“Mimpi kita di tahun 2045,
Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 7 triliun dollar AS dan Indonesia
sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol
persen. Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung-hitung, kita
sudah kalkulasi. Target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan
untuk kita capai.Namun, semua itu tidak datang otomatis. Tidak datang
dengan mudah. Harus disertai kerja keras dan kita harus kerja cepat. Harus
disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif. Dalam dunia yang
penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan
cara-cara baru, nilai-nilai baru.”
>>Dalam Pidato tersebut,
saya setuju dengan kutipan tersebut karena dalam mencapai mimpi
tersebut dibutuhkan SDM yang tentunya harus berkhualitas unggul yang mampu
mengubah Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. Nah dalam
hal ini, pembentukan SDM yang unggul harus diberlakukan sejak sekarang yaitu
melalui Pendidikan-pendidikan yang berkaitan dengan politik, sosial, ekonomi,
dan budaya yang mana juga harus memperhatikan pendidikan Pancasila, karena
tanpa Pancasila, seseorang bisa saja menyimpang dan lebih parahnya lagi bukan
menjadi generasi unggul yang memajukan Indonesia tapi malah merusak tatanan
Indonesia, karena minimnya pengetahuannya tentang penerapan nilai-nilai
Pancasila.
“Pembangunan
infrastruktur akan kita lanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan
kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke
kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru,
yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.”
>>Saya sangat setuju
dengan kutipan Pidato Presiden yang ini, karena dalam suatu negara
Infrastruktur adalah salah satu hal yang menujang keberhasilan negara dalam hal
apapun baik dalam Ekonomi maupun yang lain. Tanpa pembangunan atau pembaharuan
insfrastruktur, sebuah negara akan terhambat perkembangannya, sehingga negara
tidak akan maju dan tetap dititik monoton. Namun pembangunan juga tidak bisa
dilakukan secara sembarangan, tentunya harus sesuai dengan kebutuhan daerah ,
manakala pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan keadaan akan terjadi banyak
masalah, seperti contoh besarnya pengeluaran negara saat pembangunan kereta
bandara Soehatta namun pembangunannya tidak mendatangkan pendapatan bagi
negara. Pembangunan harusnya dilakukan di daerah yang benar-benar membutuhkan,
seperti contoh daerah pedalaman yang masih minimnya tempat belajar, hal itu
justru terlihat lebih bermanfaat untuk rakyat kedepannya. Dalam sistem
pembangunan, Pancasila harus dijadikan sebagai dasar, kerangka acuan , dan
tolok ukur, hal ini sebagai konsekuensi atas penerimaan dan pengakuan Pancasila
sebagai dasar negara dan ideologi nasional. Secara filosofis segala aspek
pembangunan harus didasarkan pada hakikat nilai Pancasila, karena Pancasila
mendasarkan diri pada dasar ontologis manusia sebagai subyek pendukung negara.
Oleh karena itu pembangunan nasional diarahkan sebagai upya meningkatkan harkat
dan martabat manusia yang meliputi apek jiwa, raga, pribadi, sosial, dan aspek
ketuhanan. Secara singkat, pembangunan nasionl sebagai upya peningkatan manusia
secara totalitas.
Nama : Anggun
Sulistiyowati
Kelas : 2019 E
NIM :19030214006
Terima kasih banyaak
BalasHapusSiiipp 👍👍
BalasHapusTerima kasih banyaaak
HapusBaguuss
BalasHapusTerima kasih banyaak
HapusBaguuss
BalasHapusTerima kasih banyaak
HapusSemangat zheyeng
BalasHapusSiappp sayaang
Hapus👍👍bagusss.
BalasHapusTerima kasih banyaak
HapusKalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing. Saudara-saudara semua sia sedia mati mempertahankan tanah airkita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia untuk merdeka.
BalasHapusIya Pak, mereka berjuang untuk memperebutkan hak mereka yang dirampas oleh bangsa Asing.....mereka rela mengorbankan raga dan jiwanya untuk Indonesia tercinta ini😊😊😊😊
Hapus.
.
Terima kasih banyak Pak sudah berkomentar di Blog saya